Mengapa retensi karyawan itu penting ?

Retensi karyawan merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan tenaga – tenaga ahli yang dipunyai. Perusahaan harus memberikan nilai lebih selain dari gaji yang telah disepakati.

Seseorang yang bekerja di bidang HR pasti menyadari bahwa rekrutmen bukan merupakan hal yang mudah dan dapat memakan waktu yang lama. Selain itu karyawan juga perlu tahu informasi mengenai perusahaan seperti visi, misi, dan rencana perusahaan ke depannya. Agar dapat menyelaraskan pola pikir dan tujuan perusahaan dan karyawan.

Loyalitas dari karyawan merupakan hal yang akan didapatkan oleh perusahaan bila perusahaan dapat melakukan retensi karyawan dengan baik. Jika karyawan loyal maka ia akan betah dan akan membantu perusahaan untuk berkembang.

Tanpa adanya retensi karyawan akan banyak terjadi turnover karyawan karena ketidakpuasaan akan perusahaan. Kembali lagi, turnover karyawan akan sangat melelahkan karena perlu adanya rekrutmen kembali dan memberi pelatihan mulai dari awal.

Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan dasar dari program retensi karyawan :

1. Motivasi saja tidaklah cukup. Berikanlah karyawan cuti, bonus, dan fasilitas lainnya seperti uang transport per hari atau asuransi kesehatan selain dari asuransi kesehatan yang diwajibkan pemerintah, juga tunjangan melahirkan, dll. Hal-hal ini dapat menjadi motivasi tetapi jika ternyata masih ada hal yang salah dengan karyawan maka dapat dibicarakan secara personal

2. Membuat karyawan tetap dalam mode senang. Jika karyawan senang maka tugas apapun yang diberikan oleh perusahaan akan dikerjakan dengan baik. Bangunlah komunikasi personal dengan para pekerja. Bukan dengan maksud mencampuri urusan pribadi mereka tetapi lebih mencari tahu dan melihat apa yang membuat karyawan suka dan tidak suka , perasaan diperhatikan dan dianggap sebagai bagian penting dalam perusahaan.

3. Membuat program menarik untuk karyawan seperti cicilan gadget dengan potongan harga, jenjang karir yang jelas, traveling ke luar negeri untuk karyawan berprestasi, dan sebagainya.

Itulah beberapa contoh yang dapat dijadikan dasar untuk membuat program retensi karyawan.

Semoga bermanfaat !

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.